Suatu hari Fredrik Agung, Raja Prusia mengunjungi sebuah penjara dan berbicara dengan masing-masing narapidana. Banyak dari narapidana itu yang merasa tidak bersalah, diperlakukan tidak adil, juga karena fitnah mereka dimasukkan kedalam penjara.
Akhirnya raja itu berhenti disel seorang narapidana yang tetap diam. "Ehm..ehm...," sapa Frederik,"saya kira kamu juga korban yang tidak bersalah!?"
"Tidak," jawab orang itu,"Saya bersalah dan memang sepantasnya saya menerima hukuman,"
Sambil melihat pada sipir penjara, raja itu berkata" Sini, bebaskan penjahat ini sebelum dia merusak semua orang baik yang tidak bersalah dipenjara ini!"
Manusia tidak senang mengakui bahwa dosa dan kejahatan pemberontakanya adalah inti masalah dalam kehidupan. Dengan tidak berdalih bahwa manusia tidak sempurna, penuh kelemahan, kesalahan dan kekeliruan dalam bertindak, hanya kesadaran oleh Roh kudus yang membuat manusia mengakui dosanya dan membuka pintu keselamatan bagi dirinya
Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka," Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi irang sakit, Aku datang bukan memanggil orang benar, melainkan orang berdosa (Markus 2 : 17)
Akhirnya raja itu berhenti disel seorang narapidana yang tetap diam. "Ehm..ehm...," sapa Frederik,"saya kira kamu juga korban yang tidak bersalah!?"
"Tidak," jawab orang itu,"Saya bersalah dan memang sepantasnya saya menerima hukuman,"
Sambil melihat pada sipir penjara, raja itu berkata" Sini, bebaskan penjahat ini sebelum dia merusak semua orang baik yang tidak bersalah dipenjara ini!"
Manusia tidak senang mengakui bahwa dosa dan kejahatan pemberontakanya adalah inti masalah dalam kehidupan. Dengan tidak berdalih bahwa manusia tidak sempurna, penuh kelemahan, kesalahan dan kekeliruan dalam bertindak, hanya kesadaran oleh Roh kudus yang membuat manusia mengakui dosanya dan membuka pintu keselamatan bagi dirinya
Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka," Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi irang sakit, Aku datang bukan memanggil orang benar, melainkan orang berdosa (Markus 2 : 17)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar